Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mempercepat identifikasi korban KM Virgo Transport 8 yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Untuk mengejar penyelesaian proses tersebut, petugas tetap bekerja pada Sabtu dan Minggu.
Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Komisaris Besar Polisi Wahyu Hidayati mengatakan keputusan untuk tidak meliburkan tim merupakan bagian dari komitmen mempercepat pengenalan jenazah. “Sabtu dan Minggu tim juga kerja, ini komitmen kami mengoptimalkan proses identifikasi agar bisa cepat,” kata Wahyu, dikutip Selasa, 29 September 2026.
16 korban kembali teridentifikasi
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sebanyak 16 korban berhasil diidentifikasi dan diumumkan pada Senin, 28 September 2026. Menurut Wahyu, hasil itu diperoleh dari pekerjaan tim selama beberapa hari terakhir.
Meski bekerja secara maksimal, proses identifikasi tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat. Kondisi jasad menjadi salah satu kendala, terutama ketika sidik jari tidak lagi bisa diambil.
“Jadi kami bekerja sebenarnya sudah optimal, namun tentu proses mengenali jenazah perlu waktu terlebih kondisi yang sulit dikenali,” ujar Wahyu.
Hingga Senin malam, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin telah menerima 70 jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 41 korban di antaranya telah teridentifikasi, sedangkan 29 jenazah masih menjalani proses pemeriksaan.
Identifikasi mengandalkan data keluarga
Ketika sidik jari tidak dapat digunakan, tim DVI menerapkan metode lain untuk memastikan identitas korban. Pemeriksaan dilakukan melalui gigi, ciri-ciri medis, serta barang atau properti yang masih melekat pada tubuh jenazah.
Seluruh temuan tersebut kemudian dibandingkan dengan data antemortem yang diserahkan keluarga. “Semua temuan di jasad ini kami cocokkan dengan data antemortem yang diserahkan keluarga,” kata Wahyu.
Barang milik korban menjadi salah satu petunjuk yang membantu proses pencocokan, khususnya pada korban laki-laki. Tim menemukan sejumlah benda yang masih melekat pada jenazah, antara lain dompet dan tas selempang.
Informasi mengenai barang-barang itu selanjutnya dicocokkan dengan keterangan serta data yang diberikan keluarga korban. Pencocokan dilakukan untuk memastikan bahwa identitas yang ditetapkan sesuai dengan data korban.
Pencarian 64 korban masih berlangsung
Seiring proses identifikasi di rumah sakit, operasi pencarian korban di perairan Laut Jawa masih dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.
Berdasarkan manifes, KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 penumpang dan kru. Dari jumlah tersebut, 179 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang yang selamat dan 71 orang meninggal dunia.
Sementara itu, 64 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Operasi SAR tersebut berlangsung bersamaan dengan upaya DVI mengidentifikasi jenazah yang telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.












