Berita  

Perbaikan Cepat: Solusi Kilat untuk Masalah Anda

Kasus Keracunan Akibat Program Makan Bergizi Gratis

Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memohon maaf kepada masyarakat atas kasus keracunan massal yang terjadi akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kronologi dan Perbaikan Tata Kelola MBG

Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban di beberapa daerah seperti Jepara, Yogyakarta, Semarang, dan Jayapura. Kasus keracunan akibat MBG ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Melalui pernyataan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Sudaryono berjanji untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG guna mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan. Ia menyatakan keseriusannya dalam menangani masalah ini agar tidak terulang lagi.

Penyebab Keracunan Massal

Sudaryono menjelaskan bahwa kasus keracunan massal ini terjadi karena makanan dimasak terlalu cepat. Langkah-langkah yang tidak sesuai aturan dan jam pengiriman yang terlalu mepet menjadi faktor utama terjadinya keracunan ini.

Jumlah korban keracunan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, terus bertambah hingga ratusan orang. Siswa dari beberapa SD dan SMP di daerah tersebut menjadi korban yang harus dirawat di berbagai fasilitas kesehatan seperti PKM terdekat, RSUD Yowari, RSUP Jayapura, hingga RS Dian Harapan.

Pemberhentian 66 Kepala Dapur MBG

Untuk penanganan serius terhadap kasus ini, BGN mencatat telah memberhentikan 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjabat sebagai kepala dapur MBG. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan perbaikan tata kelola program yang telah menimbulkan kerugian kesehatan bagi masyarakat.

Source link