DPRD DKI Minta Warga Tidak Berspekulasi Negatif Terkait Kebakaran Gedung Bapenda
Jakarta – Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, menyerukan kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi negatif terhadap insiden kebakaran yang terjadi di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta pada Jumat malam.
Beberapa netizen di media sosial mulai berspekulasi bahwa kebakaran tersebut sengaja dilakukan untuk menyembunyikan suatu kasus hukum.
Penyelidikan Lebih Lanjut Mengenai Kebakaran
Mujiyono menegaskan bahwa alasan di balik kebakaran ini harus diungkap melalui proses penyelidikan yang sedang dilakukan pihak kepolisian. Ia menyarankan agar tidak mudah percaya pada isu yang berkembang di media sosial.
“Saya kira jangan kita berspekulasi dulu bahwa kebakaran ini sengaja dilakukan untuk menutupi kasus hukum,” ungkap Mujiyono.
Penelusuran Lebih Lanjut oleh Pihak Berwenang
Menurut Mujiyono, kasus kebakaran ini sebaiknya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penelusuran lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut.
“Soal dugaan kebakaran untuk menghilangkan bukti perkara tertentu, saya kira jangan kita tarik kesimpulan sendiri. Serahkan kepada aparat untuk membuktikannya,” kata Mujiyono.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah memastikan bahwa data perpajakan Jakarta tetap aman setelah kebakaran terjadi. Pramono menyatakan bahwa data tersebut telah ter-backup secara digital sehingga layanan perpajakan tidak terganggu.
Api mulai muncul di Gedung Bapenda sekitar pukul 21.30 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 02.00 WIB dengan bantuan 37 unit pemadam kebakaran dan 185 personel dari Damkar Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.
Untuk saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan pihak berwenang terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.












