Kamis, 29 Januari 2026 – Sebuah kasus dugaan penipuan terkait trading kripto yang melibatkan influencer Timothy Ronald dan Kalimasada terus menjadi sorotan. Salah satu korban bernama RR telah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya pada Rabu, 28 Januari 2026. Pemeriksaan ini berlangsung selama hampir sehari penuh. RR merupakan korban kedua yang resmi melaporkan dugaan penipuan ini kepada kepolisian.
Kuasa hukum pelapor, Jajang, mengungkapkan bahwa kliennya menjalani proses klarifikasi selama kurang lebih 10 jam. Selama pemeriksaan, penyidik mengajukan 43 pertanyaan kepada RR dan korban juga menyerahkan 16 alat bukti terkait perkara tersebut. Barang bukti yang diserahkan termasuk bukti dugaan ancaman, rincian kerugian yang dialami, bukti keanggotaan di Akademi Crypto, dan materi ajakan untuk investasi kripto.
Klien Jajang mengalami kerugian sekitar Rp1,8 miliar dan pola yang dialami RR sama dengan korban-korban lain yang telah melapor sebelumnya. RR awalnya tertarik dengan konten promosi investasi kripto di media sosial dan YouTube yang menjanjikan keuntungan besar. Namun, harapan tersebut berbalik menjadi kerugian saat korban berusaha menghentikan kerugian dengan cut loss. RR pun berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap fakta sebenarnya dari kasus ini.












