Berita  

“Nataru: 3.500 Kuota Mudik Gratis & 29.972 Tiket Kapal Siap Diberikan”

Jakarta — Pemerintah mulai menyiapkan skema mudik gratis untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2025 atau Nataru. Program ini tidak hanya menyasar pemudik melalui jalur darat, tetapi juga penumpang kapal laut, seiring dengan proyeksi lonjakan pergerakan masyarakat pada akhir tahun.

3.500 Kuota Darat dan 29.972 Tiket Kapal

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, fasilitas mudik gratis yang disiapkan mencakup 3.500 penumpang untuk jalur darat. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 29.972 tiket penumpang kapal untuk 100 ruas yang dilayani Kementerian Perhubungan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meredam kepadatan arus perjalanan sekaligus memberi pilihan transportasi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung saat libur panjang. Dengan cakupan darat dan laut, program ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak pemudik di berbagai daerah.

Puncak Pergerakan Diprediksi 21 dan 28 Desember

Dudy menyebut puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 21 Desember dan 28 Desember 2024. Berdasarkan prediksi yang disampaikan, pergerakan masyarakat selama libur Nataru tahun ini meningkat 2,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah itu setara dengan sekitar 110,6 juta orang yang diperkirakan akan bepergian selama periode liburan. Angka tersebut menunjukkan besarnya mobilitas masyarakat pada penghujung tahun, sehingga kesiapan transportasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Pengamanan Natal, Tahun Baru, dan Arus Mudik

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya pengamanan selama musim liburan. Ia berharap rangkaian pengamanan tidak hanya mencakup arus mudik, tetapi juga ibadah Natal dan perayaan tahun baru.

Rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan telah digelar untuk membahas kesiapan menghadapi mobilitas masyarakat selama Nataru. Pemerintah ingin memastikan seluruh rangkaian perjalanan dan kegiatan liburan dapat berlangsung lancar, aman, dan tertib, terutama pada titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi.