Berita  

10 Korban Kapal Virgo Transport Teridentifikasi, Total 51

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan kembali mengidentifikasi 10 jenazah korban kapal Virgo Transport 8. Dengan tambahan tersebut, jumlah korban meninggal yang telah diketahui identitasnya mencapai 51 orang.

Sepuluh korban yang teridentifikasi terdiri atas delapan laki-laki dan dua perempuan. Proses pencocokan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin hingga Rabu malam, 30 September 2026.

Delapan korban laki-laki dan dua perempuan

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan, tim DVI menyelesaikan pencocokan terhadap 10 jasad pada malam tersebut.

“Proses identifikasi oleh tim DVI malam ini menyelesaikan pencocokan 10 jasad korban hingga identitas diketahui,” kata Nur Khamid di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Rabu malam (30/9/26).

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan merinci, delapan korban laki-laki yang berhasil diidentifikasi adalah Mohamat Sholeh asal Grobogan, Jawa Tengah; Gondham Prakoso asal Jombang, Jawa Timur; Nasib asal Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara; serta Doddy Soemarno asal Ngawi, Jawa Timur.

Korban lainnya yakni Jevon Joechelin Jotham asal Karanganyar, Jawa Tengah; Aman Rahmandana asal Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan; Yudhiarisandi asal Surabaya, Jawa Timur; dan Danang Heriyanto asal Boyolali, Jawa Tengah.

Sementara itu, dua korban perempuan yang teridentifikasi bernama Sutila asal Sumenep, Jawa Timur, dan Erna asal Tapin, Kalimantan Selatan.

Masih ada 23 jenazah belum teridentifikasi

Menurut Sofwan, identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan antara lain pemeriksaan gigi, sedangkan data sekunder meliputi ciri-ciri medis serta barang atau properti yang melekat pada korban.

Hingga Kamis, 1 Oktober 2026, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin telah menerima total 74 jenazah korban kapal Virgo Transport 8. Dari jumlah itu, 51 jenazah sudah berhasil diidentifikasi, sementara 23 lainnya masih dalam proses pengenalan.

Tim DVI Polda Kalimantan Selatan sebelumnya juga tetap bekerja pada Sabtu dan Minggu untuk mempercepat proses identifikasi korban di rumah sakit tersebut. Upaya itu dilakukan agar pencocokan terhadap seluruh jenazah yang telah diterima dapat segera diselesaikan.

Source link