Siswa SMP di Jaktim Dianiaya Usai Edit Foto Teman Pakai AI

Seorang siswa SMP Negeri di Jakarta Timur diduga dianiaya selama dua hari setelah teman-temannya mengetahui bahwa ia mengedit foto sejumlah siswi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) hingga menjadi foto vulgar. Polisi kini menyelidiki dugaan kekerasan tersebut sekaligus mendalami apakah para siswi yang fotonya diedit telah membuat laporan.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan laporan penganiayaan itu dibuat oleh siswa yang diduga mengedit foto para rekannya. “Terduga pelaku yang membuat atau mengedit foto rekan-rekannya, membuat laporan penganiayaan,” kata Made saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Korban Dibawa ke Rumah Kosong

Berdasarkan keterangan orang tua korban, dugaan penganiayaan pertama terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 11.00 WIB, setelah korban pulang sekolah. Ia disebut diminta datang ke sebuah warung di samping SD 01 Kayu Putih, Jakarta Timur.

Setelah tiba di warung, korban kemudian diminta naik sepeda motor. Ia dibawa ke sebuah rumah kosong di Jalan Tiner, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung.

Di lokasi tersebut, korban diduga dipukul pada bagian hidung, telinga, dan kepala. Dadanya juga ditendang oleh beberapa orang yang masih dalam penyelidikan. Menurut Made, salah satu pelaku diduga mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis katana atau samurai.

“Setelah di rumah kosong korban dipukul bagian hidung, telinga, kepala, dan dada korban ditendang oleh beberapa pelaku (lidik). Dan salah satu pelaku mengancam menggunakan senjata tajam katana atau samurai,” ujar Made.

Kekerasan Berlanjut di Waduk Ria Rio

Dugaan penganiayaan kembali terjadi pada Rabu (16/9). Korban kembali diminta mendatangi warung di sekitar SD 01 Kayu Putih sebelum dibawa menggunakan sepeda motor menuju kawasan Waduk Ria Rio, Kayu Putih, Jakarta Timur.

Sesampainya di kawasan waduk, korban diduga kembali mengalami kekerasan fisik. Ia dipukul pada bagian kepala, ditampar pada kedua telinga, serta ditendang beberapa kali di bagian perut.

“Kemudian setiba di waduk korban dipukul bagian kepala, digampar di bagian telinga kanan dan kiri, kemudian bagian perut korban beberapa kali ditendang oleh beberapa pelaku (lidik),” kata Made.

Made menjelaskan, dugaan penganiayaan tersebut berkaitan dengan perbuatan korban yang sebelumnya mengedit foto sejumlah siswi menjadi foto vulgar dengan bantuan AI. Teman-teman para siswi itu disebut tidak terima setelah mengetahui perbuatan tersebut, lalu diduga melakukan kekerasan terhadap korban.

“Lalu teman-teman siswa tersebut tidak terima, sehingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban,” tuturnya.

Polisi masih memastikan apakah para siswi yang diduga menjadi korban pengeditan foto telah membuat laporan. Selain itu, penyidik mendalami seluruh rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap siswa tersebut.

Source link