Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan kekerasan seksual yang menyeret sosok berinisial BP pada Sabtu, 12 September 2026. Kepolisian membenarkan laporan tersebut, tetapi belum mengungkap kronologi kejadian maupun identitas pihak yang membuat laporan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan laporan itu masuk pada Sabtu pagi. Perkara yang dilaporkan berkaitan dengan dugaan tindak pidana kekerasan seksual atau TPKS.
“Iya benar tadi pagi terkait dugaan TPKS,” kata Budi pada Sabtu, 12 September 2026.
Polisi Jelaskan Inisial Terlapor
Dalam keterangannya, Budi turut menjelaskan sosok yang disebut dengan inisial BP. Menurut dia, inisial tersebut merujuk kepada ATT alias BP. Sosok itu disebut sebagai anak angkat dari artis berinisial RSO.
“Berinisial ATT alias BP anak angkat dari artis berinisial RSO,” ujar Budi.
Keterangan tersebut menjadi informasi awal yang disampaikan kepolisian mengenai pihak yang dilaporkan. Namun, polisi belum menjabarkan lebih jauh mengenai identitas lengkap ATT alias BP maupun RSO. Karena itu, informasi yang tersedia sejauh ini masih terbatas pada inisial dan hubungan keduanya sebagaimana disampaikan oleh Polda Metro Jaya.
Laporan ini sebelumnya mencuat dengan penyebutan seorang artis berinisial BP sebagai pihak yang diduga melakukan kekerasan seksual. Klarifikasi kepolisian kemudian menyebut nama lain berupa inisial ATT alias BP, sekaligus menerangkan bahwa yang bersangkutan merupakan anak angkat artis berinisial RSO.
Kronologi dan Identitas Pelapor Belum Diungkap
Meski telah memastikan adanya laporan, Polda Metro Jaya belum membeberkan rangkaian peristiwa yang menjadi dasar pengaduan. Belum ada keterangan mengenai waktu dan lokasi dugaan kejadian, hubungan antara pelapor dan pihak yang dilaporkan, maupun bentuk dugaan kekerasan seksual dalam perkara tersebut.
Identitas pelapor juga masih dirahasiakan. Kepolisian belum menyampaikan apakah laporan diajukan langsung oleh pihak yang mengaku menjadi korban atau melalui pihak lain. Informasi mengenai bukti ataupun keterangan yang disertakan dalam laporan pun belum dijelaskan.
Keterbatasan informasi itu berkaitan dengan laporan yang baru diterima Polda Metro Jaya pada Sabtu pagi. Dengan status tersebut, penjelasan polisi saat ini baru mencakup konfirmasi penerimaan laporan dan keterangan mengenai inisial pihak yang dilaporkan.
Budi menyatakan kepolisian akan memberikan keterangan lanjutan mengenai kasus tersebut. Rincian kronologi, pihak-pihak yang terlibat, serta perkembangan penanganan laporan masih menunggu penjelasan berikutnya dari Polda Metro Jaya.












