Berita  

Penanganan Karhutla Kalteng Dikerahkan Maksimal oleh Gubernur

Kebakaran Hutan dan Lahan Masih Mengancam Kalimantan Tengah

Palangka Raya – Masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah. Sebanyak 15 titik kebakaran masih belum berhasil dipadamkan, dengan hanya tiga helikopter water bombing yang masih beroperasi dari lima unit yang dikerahkan.

Gubernur Minta Water Bombing Difokuskan pada Penanganan Karhutla

Situasi tersebut memaksa Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, untuk meminta penanganan karhutla dipercepat dengan memaksimalkan seluruh kekuatan yang tersedia. Fokus utamanya adalah armada udara untuk mencapai lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Agustiar menegaskan, “Kekuatan yang kita miliki harus dimaksimalkan. Untuk titik-titik yang sulit dijangkau melalui darat, operasi water bombing harus dioptimalkan agar pemadaman bisa dilakukan lebih cepat.”

Peringatan Keras Gubernur Saat Rapat Koordinasi

Pernyataan itu disampaikan Agustiar dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, melaporkan bahwa 15 titik kebakaran masih sulit dipadamkan.

Di sisi lain, 10 titik api yang sebelumnya parah, berhasil dipadamkan. Untuk mempercepat penanganan dari udara, lima helikopter water bombing dikerahkan, namun hanya tiga yang masih aktif beroperasi.

Skala karhutla di Kalimantan Tengah tergambar dari 38.916 titik panas yang terdeteksi, dengan luas lahan terbakar mencapai 60.028,77 hektare berdasarkan laporan daerah. Sementara berdasarkan pantauan Sipongi, luas lahan terbakar mencapai 7.634,46 hektare.

Source link