Gempa Bumi Magnitudo 7,0 Guncang NTT, Pulau Lombok Terasa Getaran
Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,0 yang juga terasa hingga Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB). Informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa terjadi pada pukul 05:58 WITA dan berpusat di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Titik Koordinat dan Peringatan Tsunami
Gempa tersebut memiliki titik koordinat berada pada 8,33 derajat lintang selatan dan 121,32 derajat bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG juga menerbitkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Di Sikka dan Labuan Bajo, NTT, tinggi gelombang tsunami mencapai 0,19 meter dan 0,36 meter, sementara di Dompu, NTT, tinggi gelombang tsunami terdeteksi mencapai 0,17 meter.
Korban Jiwa dan Kerusakan
Menurut data yang diterima dari BNPB hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan 11 orang mengalami luka ringan akibat gempa ini. Korban jiwa tercatat di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri karena dampak gempa.
Aspek kerusakan juga menjadi sorotan, dengan 54 unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak sedang, dan 11 unit rumah rusak ringan. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.
NTT Sebagai Wilayah Rawan Gempa
NTT merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan terhadap gempa. Letak geografisnya berada di zona transisi Busur Sunda-Banda, di wilayah pertemuan Lempeng Eurasia dan Australia, yang membuat wilayah ini memiliki aktivitas seismik yang tinggi.
Selama sejarahnya, NTT pernah mengalami gempa besar, seperti yang terjadi di Flores pada tahun 1992 yang menyebabkan lebih dari 2.000 jiwa meninggal dunia. Kawasan ini selalu diwaspadai atas potensi gempa yang dapat terjadi kapan saja, mengingat aktivitas seismik yang tinggi di daerah tersebut.












