Ekspektasi Kesepakatan Damai antara AS dan Iran
Pada Senin, 15 Juni 2026, media Iran mengungkapkan rincian draf nota kesepahaman antara Iran dan AS yang merinci usulan kerangka kerja untuk mengakhiri perang dan menuju kesepakatan akhir. Menurut kantor berita semi-resmi Mehr, draf tersebut memuat 14 poin yang menginginkan penghentian perang secara permanen di semua front, termasuk Lebanon.
Rangkuman Poin Penting Dalam Kesepakatan
Dalam dokumen tersebut, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi fokus perhatian, seperti:
Akhir Perang dan Komitmen AS
Draf nota kesepahaman memuat komitmen AS untuk tak campur tangan dalam urusan internal Iran dan menghormati kedaulatan Republik Islam. AS juga diharapkan menarik pasukannya dari sekitar Iran serta menahan diri dari penambahan pasukan atau memberlakukan sanksi baru selama periode negosiasi.
Pembukaan Kembali Selat Hormuz dan Pembahasan Sanksi
Selain itu, terdapat poin terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari dan pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran. Dokumen juga berisi penangguhan sanksi terhadap sejumlah produk Iran, termasuk minyak, produk petrokimia, dan turunannya. Iran cenderung mendapatkan akses penuh ke proses keuangannya.
Kesepakatan antara Iran dan AS juga memuat tentang pelepasan aset Iran yang dibekukan senilai 24 miliar dolar AS selama periode negosiasi 60 hari, dimana separuhnya akan tersedia sebelum dimulainya pembicaraan akhir untuk kesepakatan itu.
Mehr melaporkan bahwa kesepakatan akhir bakal mencakup pencabutan penuh sanksi primer dan sekunder AS, serta penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional yang terkait. Sejalan dengan berita ini, harapan dan antisipasi terhadap kesepakatan damai tersebut semakin berkembang di kalangan masyarakat global.












