Berita  

Pentingnya Peran Pembantu Presiden dalam Mendukung Kepemimpinan

Gus Lilur Soroti Dirjen Bea Cukai Terlibat Suap, Minta Prabowo Evaluasi Lingkungan Kerjanya

Pengusaha rokok HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau dikenal sebagai Gus Lilur mempertanyakan integritas Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, yang terlibat dalam kasus korupsi. Ia menyoroti perlunya evaluasi lingkungan kerja di Direktorat Bea Cukai yang merupakan bagian dari Kementerian Keuangan.

Pendapat Gus Lilur tentang Djaka Budhi Utama

Sebagai seorang pengusaha rokok, Gus Lilur mengklaim bahwa dirinya mengenal baik rekam jejak dan kepemimpinan Djaka Budhi Utama dalam Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Menurutnya, pejabat di tingkat direktur jenderal seharusnya menjadi pembantu Presiden untuk menjaga penerimaan negara, menertibkan tata kelola cukai, dan mengamankan keuangan negara.

Kritik dan Tuntutan Gus Lilur

Dalam pernyataannya, Gus Lilur menegaskan bahwa kritiknya terhadap Dirjen Bea Cukai tidaklah tanpa dasar. Ia merujuk pada fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Gus Lilur menilai bahwa tindakan heroik yang ditampilkan Djaka Budhi Utama hanyalah sebagai pertunjukan kosong belaka.

Gus Lilur mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Djaka Budhi Utama dari jabatannya sebagai Dirjen Bea Cukai. Menurutnya, bukti keterlibatan Djaka dalam kasus dugaan suap yang terungkap dalam persidangan KPK merupakan hal yang sangat serius dan tidak bisa diabaikan.

Gus Lilur juga menekankan bahwa pejabat yang menduduki posisi penting dalam pemerintahan perlu memiliki keberanian, integritas, patriotisme, dan harga diri untuk membela kepentingan negara. Ia meminta agar Presiden dibantu oleh mereka yang sejati sebagai pahlawan bangsa, bukan oleh sosok yang hanya ingin meraih popularitas tanpa substansi.

Source link