Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat saat Idul Adha
Pagi hari Idul Adha tahun ini, Jakarta menjadi sorotan karena kualitas udaranya yang masuk kategori tak sehat. Menurut data IQAir, ibu kota Indonesia ini bahkan menduduki peringkat keempat sebagai salah satu kota dengan udara terburuk di dunia.
Data Pemantauan Kualitas Udara di Jakarta
Berdasarkan data yang diperoleh pada pukul 05.50 WIB, Rabu, 27 Mei 2026, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 152. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat, dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi sebesar 59,9 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama kelompok sensitif, karena dapat merugikan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Bahkan, dapat berdampak pada nilai estetika lingkungan sekitar.
Rekomendasi Terkait Kondisi Udara di Jakarta
Situs pemantau kualitas udara merekomendasikan agar masyarakat Jakarta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar, disarankan untuk menggunakan masker dan menutup jendela guna melindungi diri dari polusi udara yang kotor.
Di sisi lain, kategori baik kualitas udara dinyatakan saat rentang PM2.5 berada pada angka 0-50, dimana tidak memberikan efek berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sekitar.
Selain itu, kategori lain seperti sedang, sangat tidak sehat, dan berbahaya pun dijelaskan berdasarkan rentang nilai PM2.5, dengan Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat pada hari tersebut.
Penanganan Pencemaran Udara oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Dalam menghadapi masalah pencemaran udara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah-langkah respons cepat. Hal ini dilakukan untuk mengatasi polusi udara yang diperkirakan akan meningkat selama musim kemarau, terutama dari awal Mei hingga Agustus.
Langkah penanganan pencemaran udara di Jakarta meliputi peningkatan kualitas sistem pemantauan udara dan uji emisi kendaraan bermotor. Selain itu, Pemprov DKI juga tengah mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) dari berbagai aspek, mulai dari tren PM2.5 hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.












