Berita  

Fakta Menarik: Massa Anarko Konsumsi Tramadol dan Hexymer

Fakta Mengejutkan di Balik Demo Ricuh: Konsumsi Obat Keras

Polda Metro Jaya mengungkap fakta mengejutkan terkait sejumlah aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Jakarta. Dalam penyelidikan, polisi menemukan adanya dugaan penggunaan obat keras di kalangan massa aksi anarkis.

Obat-obatan Berbahaya yang Ditemukan

Jenis obat yang paling sering ditemukan dalam penanganan aksi demonstrasi tersebut antara lain Tramadol, Hexymer, dan Trihexyphenidyl. Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Ardila Amri, menyebutkan bahwa obat-obatan tersebut diduga dapat memicu keberanian berlebihan hingga perilaku nekat melawan aparat keamanan.

Penyalahgunaan Obat dan Dampaknya

AKBP Ardila menegaskan bahwa penyalahgunaan obat keras tersebut dapat membuat penggunanya kehilangan kontrol diri dan bertindak secara agresif. Hal ini juga dapat menimbulkan perasaan keberanian yang tidak wajar dan menyebabkan terjadinya aksi-aksi anarkis yang membahayakan.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan di lapangan dan menemukan obat-obatan berbahaya tersebut tersimpan di tas peserta demo, serta hasil tes urine sejumlah massa aksi juga menunjukkan adanya indikasi penggunaan obat keras.

Pelorotan Jaringan Peredaran Obat Keras Ilegal

Selain itu, polisi juga berhasil membongkar jaringan peredaran obat keras ilegal yang diduga memasok barang tersebut ke berbagai kalangan. Para pelaku diketahui menyamarkan bisnis obat keras ilegal dengan berpura-pura sebagai toko kosmetik dan memasarkan barang dagangannya melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Dua orang pengedar berinisial TM (26) dan SN (24) telah berhasil ditangkap dalam pengungkapan kasus ini. Mereka menjual Tramadol, Hexymer, dan Trihexyphenidyl dengan harga yang bervariasi.

Source link