Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman serius terhadap Iran pada hari Minggu, dengan memberikan sinyal bahwa Amerika Serikat akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada hari Selasa jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Dalam pesannya, Trump memperingatkan bahwa hari Selasa akan menjadi momen serangan besar yang akan menargetkan infrastruktur vital Iran secara serentak. Ancaman ini disampaikan melalui laman Fox News pada Senin, 6 April 2026.
Selain itu, Trump juga mengancam para pemimpin Iran bahwa jika Selat Hormuz tidak dibuka, mereka akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat, bahkan menyamakan kondisinya dengan hidup dalam neraka. Dia menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz harus segera dilakukan, jika tidak akan ada konsekuensi serius yang akan dihadapi oleh Iran. Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran masih memungkinkan tercapai sebelum batas waktu yang ditetapkan.
Jika Iran tidak mematuhi kesepakatan, Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur kunci Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik. Dia bahkan mengancam untuk menghancurkan infrastruktur tersebut dan mengambil alih sumber daya minyak Iran jika perjanjian tidak tercapai. Ancaman Trump ini menunjukkan keseriusannya dalam menangani situasi ini dan memberikan tekanan pada Iran untuk segera mematuhi persyaratan yang ditetapkan. Selain itu, Gangguan Iran terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz telah berdampak besar pada perdagangan minyak global, sehingga memperumit situasi yang sudah tegang.












