Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menampik isu mengenai rencana penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah Idul Fitri 1447 H atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Sebaliknya, Dadan menyatakan bahwa program unggulan Prabowo tersebut akan tetap dilanjutkan dan bahkan diperluas setelah lebaran tahun depan. Menurut Dadan, tidak ada kebijakan resmi untuk menghentikan program MBG setelah lebaran, dan informasi yang beredar di berbagai platform digital tidak berdasarkan pada pernyataan resmi pemerintah.
Ditambahkannya bahwa program MBG akan tetap berjalan setelah Idul Fitri, dan tidak ada rencana penghentian seperti yang beredar. Dadan juga mengklarifikasi bahwa program MBG akan diperluas setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 H, dengan target peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga 25.000 unit yang tersebar di berbagai daerah. Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa setelah Idul Fitri, jumlah SPPG akan mencapai 25.000 unit dan melayani lebih dari 61,2 juta penerima manfaat.
Selain dari peningkatan cakupan, BGN juga akan memastikan penyajian MBG menggunakan menu segar sesuai standar mutu dan ketentuan gizi yang telah ditetapkan. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas layanan serta memastikan asupan gizi optimal bagi para penerima manfaat. Dadan juga menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat, termasuk orang tua siswa, untuk mengunggah menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial (medsos).Tujuan selain memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, program MBG tetap menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam upaya memberikan gizi yang cukup bagi seluruh rakyat Indonesia.












