Israel dan Amerika Serikat telah meluncurkan serangan militer gabungan di Iran dengan menyerang lebih dari 2.000 target di seluruh negara. Operasi udara berskala besar ini dimulai pada Sabtu pagi dan melibatkan penembakan ribuan amunisi serta lebih dari 700 sorti. Target serangan melibatkan tokoh militer dan politik senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan para komandan Korps Garda Revolusi Islam, sistem pertahanan udara, rudal balistik, fasilitas intelijen, serta pusat komando. Pasukan Israel dan Amerika Serikat telah bekerja sama untuk menyusun daftar target yang komprehensif, menghabiskan ribuan jam untuk mengumpulkan intelijen dan merencanakan operasi. Serangan ini dilaporkan menewaskan sejumlah pemimpin puncak Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu serangkaian serangan drone dan rudal balasan dari pihak Iran terhadap Israel, aset Amerika Serikat, dan negara-negara lain di kawasan Teluk. Eskalasi ini terjadi setelah serangan serupa pada tahun sebelumnya yang berlangsung selama 12 hari sebelum terjadi gencatan senjata. Meskipun demikian, Badan Pengawas Nuklir PBB menyatakan tidak ada kenaikan radiasi di negara-negara tetangga Iran setelah serangan tersebut, namun tetap meminta untuk tetap waspada.
Serangan AS ke 2.000 Lebih Lokasi di Iran: Analisis dan Dampak
Read Also
Recommendation for You

Sejumlah tokoh lintas sektor dan lintas generasi menggelar pertemuan strategis dengan Wakil Presiden RI ke-10…

Menhub, Dudy Purwagandhi, memastikan pasokan avtur dan BBM untuk transportasi selama periode angkutan Lebaran tetap…

Presiden Prabowo Subianto mengatakan keputusannya untuk Indonesia bergabung dalam negara anggota Dewan Perdamaian (Board of…

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan bahwa pemerintah AS sedang menginvestigasi serangan udara yang terjadi…








