Berita  

Pramono Rencanakan Penyelesaian Tiang Monorel Mangkrak 2026

Pramono Targetkan Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said-Asia Afrika Dibersihkan Mulai Januari 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan persoalan tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Asia Afrika mulai dibersihkan pada Januari tahun depan. Proyek yang sudah dimulai sejak 2007 itu hingga kini belum juga tuntas, sementara sekitar 90 tiang monorel masih berdiri di kawasan tersebut dan terus menjadi sorotan publik.

Target Pembersihan Dimulai Awal Tahun Depan

Pramono menyampaikan, pembersihan tiang monorel menjadi salah satu pekerjaan yang ingin segera ia dorong setelah persoalan hukum dan administrasi yang membelit proyek itu ditangani. Ia berharap rencana tersebut bisa berjalan sesuai jadwal pada awal 2026. “Doakan saja,” kata Pramono, sambil menegaskan keinginannya agar tiang-tiang yang selama ini dianggap mengganggu wajah ibu kota itu tidak lagi dibiarkan berdiri tanpa kepastian.

Sebelumnya, pada Mei lalu, Pramono juga sudah menyatakan niatnya untuk merapikan tiang-tiang monorel yang dinilainya merusak estetika Jakarta. Langkah itu tak hanya menyangkut urusan fisik di lapangan, tetapi juga menyentuh penyelesaian masalah hukum yang sejak lama membuat proyek tersebut tak kunjung bergerak.

Surat ke Kejaksaan Tinggi

Untuk mempercepat penyelesaian, Pramono telah mengirimkan surat resmi ke Kejaksaan Tinggi. Surat itu menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi mencari jalan keluar atas status proyek monorel yang mangkrak. Di tengah berbagai klaim dari pihak-pihak terkait, Pramono menegaskan dirinya ingin fokus menuntaskan masalah, bukan larut dalam tarik-menarik kepentingan yang selama ini menghambat penyelesaian.

Proyek monorel yang digagas lebih dari satu setengah dekade lalu itu kini berubah menjadi simbol pekerjaan rumah Jakarta yang tak selesai-selesai. Bagi Pramono, membiarkan tiang-tiang tersebut terus berdiri tanpa kepastian bukan lagi pilihan.

Source link