Pihak Ponpes Al Khoziny: Korban Meninggal Badalkan Umroh
8 Oktober 2025 — Pihak Pondok Pesantren Al Khoziny menyampaikan duka mendalam setelah musibah ambruknya bangunan musola di lingkungan pesantren itu. Perwakilan ponpes, M. Zainal Abidin, menyebut peristiwa tersebut sebagai kehilangan besar, terutama bagi keluarga santri yang meninggal dalam kejadian itu.
Dalam pernyataannya, Zainal Abidin tak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga meminta maaf kepada para wali santri atas musibah yang menimpa anak-anak mereka. Ia mengatakan, para santri yang menjadi korban sedang dalam aktivitas belajar dan beribadah ketika insiden terjadi.
Permintaan Maaf dan Dukungan untuk Keluarga Korban
Zainal Abidin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai ketidaknyamanan yang muncul selama proses pencarian korban berlangsung. Menurut dia, situasi darurat yang menyertai musibah tersebut berdampak luas dan menyisakan duka bagi banyak pihak.
Di tengah suasana berduka itu, pihak ponpes menyatakan akan memberikan dukungan kepada korban, khususnya mereka yang meninggal dunia. Bentuk dukungan tersebut berupa hadiah perlengkapan umroh. Zainal Abidin mengatakan, para alumni ponpes yang berada di Mekkah akan mengurus pelaksanaan ibadah umroh untuk para korban meninggal.
Kegiatan Belajar Dihentikan Sementara
Seiring penanganan pascakejadian, proses belajar mengajar di ponpes dihentikan sementara. Meski demikian, fasilitas ruangan tetap disiapkan bagi santri yang masih tinggal di lingkungan pesantren. Pihak ponpes juga tengah menata ruang di sisi timur kompleks untuk dijadikan tempat sementara bagi santri yang membutuhkan hunian.
Untuk kebutuhan jangka pendek, tenda-tenda penginapan sementara juga sedang dipersiapkan. Langkah ini ditempuh agar para santri tetap mendapat tempat tinggal yang aman selama masa pemulihan dan penanganan lanjutan berlangsung.
Investigasi Berjalan, Ponpes Tunggu Rekomendasi
Hingga kini, proses investigasi atas ambruknya bangunan musola masih berlangsung. Pihak ponpes menyatakan akan mengikuti seluruh rekomendasi yang diberikan untuk langkah lanjutan. Mereka menegaskan, keselamatan dan kenyamanan santri menjadi prioritas utama dalam penanganan setelah musibah tersebut.
Di tengah upaya pemulihan itu, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bangunan dan kesiapsiagaan lingkungan pendidikan tak bisa ditunda. Bagi keluarga korban, duka belum selesai; bagi ponpes, pekerjaan besar baru dimulai.












