Indonesia menyalurkan bantuan pangan senilai US$12 juta atau sekitar Rp 200,4 miliar untuk Gaza melalui Badan Pangan Dunia (WFP), di tengah krisis kemanusiaan yang kian memburuk di wilayah itu. Bantuan ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan darurat warga Gaza, dengan penyaluran dipilih lewat jalur yang dinilai paling memungkinkan di tengah situasi keamanan yang tidak menentu.
Komitmen Prabowo yang diterjemahkan ke bantuan pangan
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan akan menyumbangkan 10.000 ton beras dalam Sidang Majelis Umum PBB. Dalam praktiknya, bantuan itu diwujudkan dalam bentuk pendanaan pangan melalui WFP agar distribusinya bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurut pemerintah, keputusan menyalurkan bantuan lewat WFP juga merupakan hasil kesepahaman antara Indonesia dan Palestina. Jalur ini dipilih karena akses langsung ke Gaza semakin terbatas, sementara berbagai organisasi internasional menghadapi kendala untuk masuk ke wilayah tersebut.
WFP dipilih di tengah akses yang kian sempit
WFP selama ini menjadi mitra Indonesia dalam penyaluran bantuan di sejumlah negara. Kali ini, lembaga itu kembali dipercaya untuk menyalurkan dukungan Indonesia ke Gaza, dengan penyerahan bantuan dilakukan pada 24 September 2025 untuk menopang program tanggap darurat.
Namun, pengiriman bantuan ke Gaza tidak lepas dari hambatan besar. Keterbatasan gudang penyimpanan, pasokan bahan bakar, hingga air bersih membuat distribusi bantuan di lapangan semakin rumit. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menegaskan bahwa bantuan tetap harus diupayakan melalui mekanisme yang paling memungkinkan.
Selain WFP, Indonesia juga salurkan bantuan lewat Palang Merah
Indonesia sebelumnya juga menyalurkan bantuan senilai US$2 juta melalui Palang Merah Internasional untuk Palestina. Langkah ini menunjukkan bahwa dukungan Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu saluran, melainkan melalui berbagai jalur kemanusiaan yang tersedia.
Di tengah keterbatasan akses dan memburuknya kondisi di Gaza, pemerintah menempatkan bantuan ini sebagai bentuk komitmen yang terus dijaga. Bagi Indonesia, dukungan terhadap Palestina tidak berhenti pada pernyataan politik, tetapi juga diterjemahkan ke langkah kemanusiaan yang konkret dan berlapis.
Source link












