JAKARTA TIMUR — Polisi menangkap seorang remaja yang diduga terlibat tawuran maut di pintu Tol Kebon Nanas, Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Penangkapan dilakukan pada Minggu dini hari setelah pelaku berinisial FA (18) sempat melarikan diri usai kejadian yang menewaskan seorang remaja lain berinisial A (18).
Ditangkap di Tangerang setelah kabur ke Puncak
FA, warga Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, diamankan di rumah pamannya di Tangerang, Banten. Sebelum itu, ia bersama sejumlah temannya sempat kabur ke kawasan Puncak, Bogor, untuk menghindari pengejaran polisi. Pelarian tersebut tak berlangsung lama. Aparat akhirnya melacak keberadaan FA hingga ke Tangerang dan melakukan penangkapan tanpa perlawanan berarti.
Kasus ini bermula dari tawuran remaja yang pecah di sekitar pintu Tol Kebon Nanas. Dalam peristiwa itu, korban A ditemukan meninggal dunia setelah mengalami serangan senjata tajam. Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal atas kejadian yang merenggut nyawa remaja tersebut.
Terancam pasal pembunuhan dan penganiayaan
Atas perbuatannya, FA dijerat Pasal 338 tentang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Ia juga dikenakan Pasal 351 terkait penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman pidana tujuh tahun. Penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam bentrokan itu.
Jatinegara dan Duren Sawit masuk zona rawan
Data Polres Metro Jakarta Timur menunjukkan kasus tawuran di wilayah tersebut cenderung meningkat sepanjang 2024. Duren Sawit disebut sebagai salah satu titik paling rawan, dengan lima insiden tawuran yang tercatat antara November dan Desember 2024. Meski begitu, selama libur Lebaran 2025, angka tawuran di Jakarta Timur dilaporkan menurun.
Polres Metro Jakarta Timur juga mencatat seluruh kecamatan di wilayah itu masuk kategori zona merah tawuran. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kekerasan antarremaja masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi aparat keamanan dan lingkungan setempat, terlebih ketika satu bentrokan saja bisa berujung pada hilangnya nyawa.
Source link












