Polda Metro Jaya melalui Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, setelah beredar informasi mengenai sejumlah anak buah kapal (ABK) yang diduga menjadi korban penganiayaan di atas kapal penangkap ikan Indonesia.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kapal yang berkaitan dengan informasi tersebut berdasarkan penelusuran awal berada di perairan sekitar Kepulauan Aru. Polisi kemudian berkoordinasi dengan jajaran setempat untuk memastikan keselamatan para ABK.
“Informasi tersebut telah termonitor dan saat ini sedang ditindaklanjuti. Berdasarkan penelusuran awal, kapal yang dimaksud berada di perairan sekitar Kepulauan Aru (Maluku),” kata Budi di Jakarta, Jumat.
ABK Dievakuasi ke RSUD Dobo
Menurut Budi, kepolisian segera mengambil langkah untuk mengamankan para ABK yang diketahui berada di wilayah perairan tersebut. Mereka telah dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan serta penanganan medis.
“Saat ini, para korban telah dibawa ke RSUD Dobo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis,” ujar Budi.
Polisi masih memantau kondisi kesehatan para ABK. Polda Metro Jaya bersama kepolisian di wilayah setempat juga melanjutkan tindakan kepolisian terkait dugaan kekerasan yang terjadi di kapal tersebut.
Informasi Bermula dari Unggahan Media Sosial
Sebelum langkah evakuasi dilakukan, informasi mengenai dugaan penganiayaan itu beredar melalui unggahan Instagram akun @bndct.id. Akun tersebut membagikan video yang disebut memperlihatkan tindakan penyiksaan terhadap pekerja di atas kapal penangkap ikan Indonesia.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut sejumlah pekerja diduga mengalami kekerasan, antara lain dipukul dan ditendang ketika dianggap melakukan kesalahan. Informasi itu juga disebut beredar melalui percakapan yang memuat kesaksian mengenai perlakuan kekerasan di kapal.
“Sejumlah pekerja disebut mengalami kekerasan, termasuk dipukul dan ditendang ketika dianggap melakukan kesalahan. Informasi beredar melalui percakapan yang memuat kesaksian mengenai perlakuan kekerasan di kapal,” tulis akun tersebut.
Pada saat unggahan itu beredar, lokasi kejadian belum diketahui. Akun @bndct.id juga tidak mencantumkan tempat peristiwa dalam unggahannya. Namun, muncul dugaan kapal tersebut berkaitan dengan kawasan Muara Baru, Jakarta.
Setelah penelusuran awal, polisi mengarahkan perhatian pada kapal yang berada di perairan sekitar Kepulauan Aru. Penanganan selanjutnya dilakukan melalui koordinasi antara Polda Metro Jaya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan kepolisian setempat, termasuk pemantauan terhadap kondisi para ABK yang kini menjalani pemeriksaan di RSUD Dobo.












