Benarkah Air Hujan Bikin Pusing? Simak Faktanya!

Keluhan kepala berdenyut atau terasa berat setelah kehujanan kerap dikaitkan dengan air hujan yang mengenai kepala. Namun, air hujan bukan penyebab langsung pusing atau sakit kepala. Keluhan tersebut lebih mungkin berkaitan dengan perubahan lingkungan dan kondisi tubuh yang berlangsung sebelum, selama, atau setelah hujan.

Perubahan cuaca dapat memicu sakit kepala, terutama pada orang yang sensitif terhadap kondisi tersebut atau memiliki riwayat migrain. Salah satu faktor yang berpengaruh ialah tekanan barometrik, yakni tekanan udara di sekitar tubuh. Menjelang hujan atau badai, tekanan ini dapat berubah dan pada sebagian penderita migrain memicu munculnya serangan.

Perubahan cuaca dapat memicu migrain

American Migraine Foundation menyebut perubahan tekanan barometrik sebagai salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memicu migrain. Perubahan itu dapat memengaruhi kondisi di sekitar tubuh, terutama pada orang yang memang peka terhadap perubahan cuaca.

Hal serupa dicatat Mayo Clinic. Selain tekanan udara, kondisi yang berhubungan dengan cuaca seperti suhu yang terlalu panas atau dingin, kelembapan tinggi, udara kering, angin, dan badai juga dapat memicu migrain pada sebagian orang.

Saat hujan turun, suhu udara biasanya menurun dan kelembapan meningkat. Perubahan tersebut tidak selalu menimbulkan keluhan pada setiap orang. Sebagian orang mungkin tidak merasakan dampak apa pun, sedangkan mereka yang memiliki migrain dapat mengalami sakit kepala atau gejala lain setelah terjadi perubahan cuaca.

Kondisi tubuh setelah kehujanan juga berpengaruh

Rasa tidak nyaman setelah kehujanan tidak semata-mata berasal dari perubahan cuaca. Pakaian yang basah dan tubuh yang menjadi dingin dapat menyebabkan perubahan suhu tubuh dalam waktu singkat. Jika kondisi itu disertai kurang minum, terlambat makan, kelelahan, atau kurang tidur, sakit kepala dapat lebih mudah muncul.

NHS mencatat dehidrasi, stres, flu, dan kebiasaan tidak makan secara teratur sebagai beberapa penyebab umum sakit kepala. Karena itu, hujan bisa saja hanya menjadi bagian dari rangkaian keadaan yang bertepatan dengan munculnya keluhan, bukan penyebab tunggalnya.

Ketika kepala mulai terasa tidak nyaman, seseorang dapat memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, makan secara teratur, beristirahat, dan tidur cukup. Bagi orang yang berulang kali mengalami migrain, pencatatan gejala juga dapat membantu. Waktu munculnya sakit kepala, kondisi cuaca, makanan atau minuman yang dikonsumsi, waktu tidur, serta aktivitas harian bisa dicatat untuk menemukan pola pemicu. Mayo Clinic turut menyarankan langkah tersebut dalam mengenali pemicu migrain.

Sakit kepala yang muncul tiba-tiba dan terasa sangat berat memerlukan perhatian medis, terutama jika disertai kelemahan atau mati rasa, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, kebingungan, kejang, demam tinggi, atau leher kaku.

Jadi, air hujan tidak secara langsung membuat kepala pusing. Keluhan itu lebih mungkin dipengaruhi perubahan tekanan udara, suhu, kelembapan, serta kondisi tubuh di sekitar waktu hujan, khususnya pada orang yang sensitif terhadap perubahan tersebut.

Source link