Polda Kalimantan Barat Perkuat Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Pontianak, VIVA – Polda Kalimantan Barat (Kalbar) tengah memperkuat strategi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan langkah penguatan sumber air di wilayah-wilayah rawan. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pemadaman ketika terjadi titik api, terutama di daerah yang sulit mendapatkan pasokan air.
Pemetaan Sumber Air dan Kesiapan Personel
Kapolda Kalbar, Inspektur Jenderal Polisi Alberd Teddy Benhard Sianipar menyatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup Kalbar sedang melakukan pemetaan lokasi yang memiliki potensi sebagai sumber air. Dalam upaya memastikan ketersediaan air saat dibutuhkan, pihak kepolisian juga menyiapkan opsi pengeboran di beberapa lokasi.
Polda Kalbar tidak hanya mengandalkan sumur bor sebagai sumber air, namun juga memanfaatkan embung dan parit yang ada di sekitar kawasan rawan karhutla. Sumber air tersebut diharapkan dapat mendukung operasi pemadaman api dengan efektif.
Penambahan Personel Brimob dan Keterlibatan Perusahaan
Untuk memperkuat Satgas Aman Nusa Dua dalam penanganan karhutla, Polda Kalbar mendapatkan tambahan 300 personel Brimob. Personel tambahan tersebut akan didistribusikan di delapan kabupaten prioritas, di antaranya Ketapang, Kubu Raya, dan Melawi yang menjadi fokus utama.
Selain itu, Polda Kalbar juga menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah rawan karhutla untuk membantu menyediakan dan mendistribusikan air apabila terjadi kebakaran. Ketersediaan sumber air dan penambahan personel diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau.
Alberd menegaskan bahwa korporasi yang terlibat dalam pembakaran lahan secara sengaja akan diproses secara hukum. Menjaga kelestarian hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama untuk mencegah dampak negatif dari karhutla.












