Berita  

Produksi Senjata Iran Meningkat Pesat: Stok Rudal dan Alat Pertahanan Melimpah


Iran Ubah Doktrin Militer, dari Bertahan Jadi Menyerang

Pemerintah Iran terus menggandakan produksi senjata dan peralatan pertahanan dalam kurun waktu satu tahun setelah mengubah doktrin militernya menjadi siap menyerang. Hal ini terjadi setelah Iran mengalami konflik terbaru dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Produksi Senjata Meningkat Dua Kali Lipat

Wakil Menteri Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, melaporkan peningkatan produksi senjata dan peralatan pertahanan Iran dua kali lipat dalam periode setahun terakhir. Hal ini terjadi sejak dimulainya Perang Dua Belas Hari, dari Juni tahun sebelumnya hingga Juni tahun ini.

Perubahan Doktrin Militer

Iran mulai mengubah doktrin militernya menjadi lebih agresif, siap menyerang, setelah konflik dengan AS dan Israel. Pada malam sebelum 18 Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani memorandum untuk mengakhiri konflik, namun gencatan senjata tidak berlangsung lama.

Pasukan AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pembatalan gencatan senjata pada 8 Juli. Hal ini memicu balasan dari Iran yang kemudian menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut operasi ekonomi AS terhadap Iran sebagai upaya mengalihkan perhatian dari krisis internal AS. Iran kemudian menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap campur tangan AS di kawasan tersebut.


Source link