Berita  

Surat Wasiat dr. Icha: Ingin Berkorban untuk Rekan Sejawat

Dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni Meninggal Dunia, Meninggalkan Dugaan Berat di Balik Kisahnya

Meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, dokter muda berusia 28 tahun yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menyimpan misteri yang belum terungkap. Kasus kematian dr. Icha yang terjadi di kediamannya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang pada Jumat, 26 Juni 2026, menimbulkan dugaan kuat adanya tekanan psikologis berat yang mungkin dialaminya sebelum akhir hayatnya.

Surat Wasiat dan Temuan di Tempat Kejadian

Saat proses olah TKP dilakukan, seutas tali nilon biru sepanjang dua meter dan sebuah surat misterius yang diduga sebagai pesan terakhir dr. Icha ditemukan. Surat ini merupakan satu-satunya petunjuk yang diamankan penyidik untuk mengungkap latar belakang tragedi ini. Keluarga juga menyampaikan bahwa dr. Icha pernah menyinggung beberapa hal dalam kehidupannya yang menunjukkan bahwa ia mungkin telah mengalami tekanan yang berat sebelum kepergiannya.

Pernyataan Keluarga dan Dugaan Depresi dr. Icha

Paman dr. Icha, Fabianus Banase, mengungkapkan bahwa keluarga belum mengetahui isi surat wasiat yang disita polisi bersama dengan dua handphone milik almarhumah. Meski demikian, cerita dari keluarga dan pernyataan yang pernah disampaikan oleh dr. Icha sendiri menggambarkan keinginan mendalamnya untuk melindungi rekan-rekan sejawat dari tekanan yang mungkin pernah dialaminya.

Saat dr. Icha sedang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, ia mengalami insiden yang kemudian menjadi pemicu trauma. Permintaan keluarga pasien yang berbeda pendapat mengenai prosedur medis yang harus diikuti dr. Icha menambah ketegangan di situasi tersebut. Hal ini diyakini menjadi awal dari tekanan psikologis yang mungkin dialami dr. Icha.

Keberanian dr. Icha untuk bersedia menjadi pengorbanan demi kebaikan sesama tenaga medis menjadi catatan tersendiri bagi publik dalam menyikapi tragedi ini. Dugaan depresi dan tekanan psikologis menjadi sorotan utama bagi pihak berwenang untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kepergian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau lebih dikenal dengan panggilan dr. Icha.

Source link