Keributan Viral di Kemayoran Mereda Tanpa Proses Hukum
Pada Kamis, 7 Mei 2026, keributan yang viral di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, melibatkan oknum anggota TNI menemui titik akhir damai. Polisi menyebut kedua pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan persoalan tanpa melibatkan proses hukum lanjutan.
Sepakat Tidak Memperpanjang Persoalan
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra menyatakan bahwa kedua belah pihak memilih untuk saling memaafkan dan tidak memperpanjang persoalan. Hal ini termasuk soal kerugian materiil akibat kerusakan warung yang tidak menimbulkan tuntutan ganti rugi.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri menegaskan bahwa masing-masing pihak tidak saling menuntut, saling memaafkan, dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama.
Insiden Awal Mula Keributan
Sebelumnya, keributan di sebuah warung di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik setelah video viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan aksi kekerasan serta perusakan yang diduga melibatkan seorang prajurit TNI dengan penjaga warung.
Dalam rekaman tersebut, terlihat adu mulut antara pembeli dan penjaga warung yang kemudian berujung pada kekerasan dan perusakan. Pelaku yang merupakan prajurit TNI merusak sejumlah fasilitas warung sebelum akhirnya dihentikan oleh warga sekitar. Kejadian tersebut kini telah diambil alih oleh Polisi Militer TNI.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung yang berujung pada cekcok. Prajurit TNI AD mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini sedang menerima perawatan medis.
Seluruh rangkaian kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait, namun kondisi di lokasi sudah kembali kondusif. Aparat kepolisian dan TNI terus berkoordinasi untuk menangani kasus tersebut.












