Ida Nurlaela Wiradinata: Transformasi Konsep Feminisme
Ida Nurlaela Wiradinata, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, menghadirkan gagasan segar tentang konsep feminisme dalam sebuah acara di Grand Palma Hotel, Pangandaran. Di hadapan para kader PKK dan penggerak perempuan, Ida menyoroti pentingnya kesetaraan gender tanpa mengedepankan persaingan yang tidak sehat.
Feminisme sebagai Landasan Kesetaraan
Dalam paparannya, Ida menekankan bahwa perempuan seringkali disalahpahami dalam perjuangannya untuk kesetaraan. Baginya, feminisme bukanlah tentang mengungguli gender lain, melainkan menciptakan ruang yang setara untuk semua. Ia memandang perjuangan Kartini sebagai landasan untuk hak yang setara, bukan sekadar dominasi gender.
Dalam konteks rumah tangga, Ida juga menyoroti pentingnya kerjasama antara suami dan istri. Bagi Ida, laki-laki bukanlah penghalang melainkan mitra strategis bagi perempuan. Dukungan dan pengertian dari pasangan dianggap sebagai kunci keberhasilan perempuan di berbagai bidang, termasuk politik dan karier.
Politik Sebagai Medium Perubahan
Bagi Ida, politik bukanlah ranah yang terpisah dari perempuan. Sebaliknya, politik adalah sarana untuk mengubah pemikiran menjadi kebijakan nyata. Ida mendorong perempuan untuk terlibat dalam politik sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Ida juga menegaskan bahwa menjadi ibu rumah tangga tidak menghalangi perempuan untuk berkarya. Peran ganda sebagai pemimpin rumah tangga dan penggerak publik dianggap sebagai langkah mulia dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Ida menutup paparannya dengan pesan tentang pentingnya kolaborasi antara laki-laki dan perempuan sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif. Bagi Ida, emansipasi bukanlah slogan kosong jika tidak diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat.
Sumber: Dailypangandaran.com












