Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut hingga saat ini, dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa negosiasi dengan AS tidak akan terjadi di bawah tekanan atau ancaman. Dia juga mengkritik presiden AS saat ini, Donald Trump, menilai bahwa tindakan yang diambilnya tidak realistis. Kritik ini disampaikan menyusul pelanggaran gencatan senjata yang disepakati sebelumnya oleh AS. Qalibaf menegaskan bahwa taktik tekanan AS tidak akan berhasil dalam negosiasi putaran kedua. Pernyataan ini muncul dalam konteks ketidakpastian negosiasi berikutnya antara Iran dan AS, setelah insiden penargetan kapal dagang Iran oleh Angkatan Laut AS di Laut Oman. Iran menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran aturan maritim dan tetap berada dalam posisi siaga. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menolak ancaman dari AS, menyebutnya sebagai taktik tekanan. Delegasi AS dijadwalkan bertemu dengan delegasi Iran untuk melanjutkan negosiasi, meskipun Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika tawaran yang diajukan tidak diterima. Aksi agresif Angkatan Laut AS juga menciptakan konteks yang tegang dalam hubungan kedua negara.
Iran Siap Hadapi AS: ‘Kartu Baru’ di Medan Perang
Read Also
Recommendation for You

Iran Siap Hadapi Berbagai Kemungkinan Pasca Kesepakatan dengan AS Iran Tetap Siap Menghadapi Berbagai Kemungkinan…

Karyawan Hotel Sultan Berjuang Melawan Rencana Eksekusi Pada Senin, 15 Juni 2026, rencana eksekusi kawasan…










