Ustaz Abi Makki mengungkapkan bahwa korban diberi iming-iming untuk bersekolah di Mesir sebagai modus pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry dalam kasus pelecehan seksual terhadap santrinya di Bogor. Iming-iming tersebut membuat beberapa korban benar-benar berangkat ke Mesir setelah dijanjikan oleh SAM. Modus SAM melibatkan pengajakan para santri untuk mendengarkan ceramahnya dan kemudian menawarkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Mesir.
Uang yang digunakan untuk menyekolahkan santri di Mesir sebenarnya bukan berasal dari kekayaan pribadi SAM, melainkan dari sumbangan umat atau jemaah majelis. Pada tahun 2021, SAM dilaporkan melakukan pelecehan terhadap santrinya dan kemudian meminta maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun, pada tahun 2025, guru santri menerima pengakuan bahwa SAM kembali melakukan perbuatan serupa.
Sebagai hasilnya, laporan dugaan pelecehan seksual oleh SAM ke Mabes Polri dibuat oleh para korban yang awalnya enggan membuka cerita mereka. Kasus pelecehan ini melibatkan korban yang berusia dibawah umur maupun dewasa yang mengalami pelecehan berulang kali oleh SAM, bahkan di dalam tempat ibadah.
Kasus pelecehan seksual yang dialami para santri di Bogor oleh SAM telah dilaporkan ke Mabes Polri pada November 2025. Para korban mengalami trauma hingga saat ini dan Abi menegaskan bahwa mereka merasa bingung dan tidak bisa berbuat apa-apa. Para korban laki-laki tersebut telah menceritakan peristiwa yang mereka alami agar keadilan dapat ditegakkan.










