Dampak gejolak geopolitik global terhadap sektor ekonomi riil, khususnya pertanian, semakin terasa terutama di India dan Sri Lanka di Asia Selatan. Konflik yang melibatkan Iran dan Israel-AS mengganggu jalur distribusi energi dan pupuk, menyebabkan tekanan pada harga dan ketersediaan. Hal ini memicu kekhawatiran luas karena sektor pertanian menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan penghidupan jutaan masyarakat. Petani seperti Gurvinder Singh di Punjab mengungkapkan kecemasannya terhadap situasi yang berkembang, karena kesulitan mendapatkan pupuk akan berdampak pada hasil panen dan keluarganya. Krisis ini diprediksi dapat meluas menjadi krisis pangan global, dengan perkiraan hingga 45 juta orang tambahan terdorong ke kondisi kerawanan pangan akut jika konflik tidak segera berakhir. India, sebagai konsumen pupuk terbesar kedua di dunia setelah China, terutama bergantung pada impor pupuk dari kawasan Teluk. Para petani mulai mengambil langkah antisipatif dengan menimbun pupuk lebih awal meskipun masa tanam belum dimulai, karena situasi yang terjadi disebut belum pernah terjadi sebelumnya oleh pelaku industri pertanian.
Pupuk Menipis: India-Sri Lanka Krisis Pangan
Read Also
Recommendation for You

Peningkatan keamanan di sekitar Kedutaan Besar Israel di London telah dilakukan oleh polisi Inggris setelah…

Kasus dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI)…










