Basarnas menurunkan personel penuh dari tiga Kantor SAR untuk merespons cepat pasca gempa bumi 7,6 magnitudo yang memicu peringatan dini tsunami di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa kantor SAR di Sulawesi Utara, Maluku, dan Palu telah aktif bekerja sama dengan TNI, Polri, BPBD, dan tim SAR lainnya untuk menilai kondisi warga dan dampak kerusakan. Saat ini, satu korban tewas dan satu korban lainnya masih dalam perawatan. Langkah-langkah evakuasi sudah dipersiapkan untuk mengamankan wilayah terdampak dan respon cepat diharapkan bisa dilakukan dengan bantuan sistem informasi terintegrasi dengan BMKG dan BNPB. Sebagai informasi tambahan, gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang beberapa wilayah di Indonesia dan menyebabkan tsunami dengan tinggi gelombang tertentu. Proses identifikasi wilayah terdampak sudah dimulai setelah peringatan dini tsunami dicabut.
Penanganan Cepat Pasca Gempa di Malut-Sulut: Basarnas Aktifkan 3 Kantor SAR
Read Also
Recommendation for You

Peningkatan keamanan di sekitar Kedutaan Besar Israel di London telah dilakukan oleh polisi Inggris setelah…

Kasus dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI)…










