Seorang pejabat senior Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut pemimpin baru Iran telah meminta gencatan senjata, di tengah perang yang masih berlangsung antara AS, Israel, dan Iran. Jurnalis Al Jazeera, Ali Hashem, melaporkan dari Teheran pada Rabu bahwa pejabat tersebut menolak pernyataan Trump di media sosial yang mengklaim Iran baru saja mengajukan permintaan gencatan senjata kepada Amerika Serikat. “Pihak Iran membantah bahwa mereka pernah meminta gencatan senjata,” ujar Hashem dikutip dari laman Al Jazeerah, Kamis 2 April 2026. Sebelumnya dalam unggahan di platform media sosialnya, Trump mengatakan bahwa AS akan mempertimbangkan permintaan Iran untuk gencatan senjata jika Selat Hormuz sudah terbuka, bebas, dan aman. Klaim Trump ini muncul beberapa jam sebelum ia dijadwalkan menyampaikan pidato, yang menurut White House akan berisi pembaruan penting tentang Iran. Pemerintahan Trump kini menghadapi tekanan yang semakin besar terkait perang AS-Israel melawan Iran, di tengah melonjaknya harga energi global dan meluasnya penolakan publik Amerika terhadap konflik tersebut. Selat Hormuz, jalur laut penting di kawasan Teluk yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia kini praktis tertutup akibat perang, sehingga memicu kekhawatiran serius akan perlambatan ekonomi global. Profesor di Doha Institute for Graduate Studies, Mohamad Elmasry menilai bahwa pernyataan Trump di Truth Social seperti memberi harapan dalam satu napas, lalu langsung menariknya kembali di napas berikutnya. “Pilihan kata yang ia gunakan sangat penting. Kemarin dia mengatakan ingin membombardir Iran kembali ke Zaman Batu, dan sekarang dia memakai bahasa yang sama kerasnya, menghancurkan mereka hingga lenyap. Ini jelas tidak menenangkan, apalagi jika melihat konteks bahwa Israel dan Amerika Serikat sudah menyerang ratusan sekolah dan rumah sakit (di Iran), serta ribuan rumah warga,” ujar Elmasry kepada Al Jazeera.
Trump Sebut Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Balas Pedas
Read Also
Recommendation for You

Peningkatan keamanan di sekitar Kedutaan Besar Israel di London telah dilakukan oleh polisi Inggris setelah…

Kasus dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan belasan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI)…










