Berita  

Serangan Udara AS Terhadap Kapal Induk Drone Iran

Pada Jumat, 6 Maret 2026, Komando Pusat AS CENTCOM merilis rekaman serangan terhadap kapal induk drone Iran, Shahid Bagheri. Kapal sepanjang 240 meter tersebut dilengkapi dengan UAV, helikopter, kapal serang, dan sistem pertahanan canggih. Hanya setahun setelah peluncuran kapal induk drone pertamanya, AS menyatakan telah menyerang, dan kini kapal tersebut terbakar.

Shahid Bagheri sebenarnya adalah kapal dagang yang dimodifikasi secara ekstensif, dengan landasan pacu miring sepanjang sekitar 180 meter. Kapal ini mampu membawa drone dan helikopter, seperti yang terlihat dalam gambar-gambar selama upacara peluncurannya di Teheran. Kapal berukuran sekitar 240 meter ini, menurut laporan Iran, dapat membawa beberapa skuadron drone.

Laporan di Iran mengungkapkan bahwa Shahid Bagheri dapat mengerahkan hingga 60 drone untuk misi pengintaian dan serangan. Dilengkapi dengan sistem pertahanan udara, rudal anti-kapal, dan kapal serang cepat, kapal ini digunakan oleh Iran untuk serangan maritim. Selain kemampuan ofensif dan defensif, kapal ini juga berfungsi sebagai pangkalan logistik garis depan untuk pasukan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran, dilengkapi dengan sistem pengumpulan intelijen, peperangan elektronik, fasilitas medis, dan lapangan sepak bola.

Militer AS telah melaporkan serangan terhadap Shahid Bagheri setelah Iran menyebar rekaman baru sekitar sebulan yang lalu. Sebagai respons, Washington membantah klaim Iran mengenai penenggelaman kapal induk AS dan menyatakan bahwa satu-satunya kapal yang terkena serangan adalah Shahid Bagheri. Mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, bahkan mengungkapkan rencana Iran untuk mengubah kapal dagang menjadi pangkalan militer yang disebutnya sebagai “pangkalan teroris terapung.”

Source link