Iran mengutuk pernyataan negara-negara G7 yang siap memberlakukan sanksi baru terkait protes yang terjadi di negara itu. Kementerian Luar Negeri Iran mengecam campur tangan dalam pernyataan yang dikutip dari RIA Novosti pada Minggu, 18 Januari 2026. G7 menyatakan keprihatinan atas situasi di Iran dan menyerukan agar Teheran menahan diri. Iran menilai pernyataan G7 sebagai campur tangan dalam urusan dalam negeri Iran dan menilai ini sebagai bentuk ketidakjujuran dan hipokrisi. Gelombang protes di Iran terjadi pada akhir Desember 2025 akibat kekhawatiran inflasi dan pelemahan nilai tukar mata uang rial. Demonstrasi semakin intensif sejak seruan Reza Pahlavi dan akses internet diblokir. Protes berkembang menjadi bentrokan antara pihak demonstran dan aparat keamanan dengan laporan korban di kedua belah pihak. Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika negara itu melanjutkan program rudal dan nuklir serta berjanji untuk mendukung rakyat Iran jika diperlukan. Ali Khamenei, pemimpin Iran, menyalahkan Trump atas korban jiwa, kerugian materiil, dan fitnah terhadap negara.
Iran: Kekejaman G7 Padahal Munafik
Read Also
Recommendation for You

Karyawan Hotel Sultan Berjuang Melawan Rencana Eksekusi Pada Senin, 15 Juni 2026, rencana eksekusi kawasan…

Gus Lilur Soroti Dirjen Bea Cukai Terlibat Suap, Minta Prabowo Evaluasi Lingkungan Kerjanya Pengusaha rokok…

Jakarta, VIVA – Rencana eksekusi Hotel Sultan pada 18 Juni 2026 menimbulkan kontroversi di kalangan…









