Pada Rabu, 10 Desember 2025, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak bagi masyarakat di Aceh Tamiang saat ini adalah listrik dan bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, kondisi gelap di Aceh Tamiang membuat listrik menjadi kebutuhan mendesak untuk memudahkan penyaluran air dari tanah. Selain itu, kebutuhan utama lainnya adalah BBM, terutama dalam situasi tanggap darurat.
Agus juga mencatat bahwa beberapa bupati di Aceh membutuhkan bantuan truk untuk mengangkut distribusi logistik dan bantuan. Untuk wilayah terisolasi, bantuan terus disalurkan melalui udara, menggunakan helikopter atau pesawat Hercules. Ada sekitar 10 kecamatan di Aceh Tamiang yang terisolasi, dan bantuan harus didistribusikan secara kolaboratif antara kementerian dan lembaga terkait.
Proses penyaluran bantuan sudah berjalan cukup masif dan aman, hanya membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang lebih baik. Agus menyatakan keyakinannya bahwa distribusi bantuan harus dilakukan secara merata ke daerah-daerah terpencil, dan hal ini menjadi tanggung jawab bersama dari tim penanganan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mendagri juga mengapresiasi Pemda yang tetap bertahan meski anggaran tersisa hanya Rp750 juta, dan melaporkan hal tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.












