Belgia berencana untuk melarang semua varian rasa vape kecuali tembakau sebagai langkah untuk melindungi anak muda dari kecanduan nikotin yang semakin meningkat. Menteri Kesehatan Belgia, Frank Vandenbroucke, mengungkapkan rencana tersebut setelah Dewan Kesehatan Tinggi Belgia merekomendasikan pembatasan lebih ketat terhadap produk rokok elektrik. Menurut Vandenbroucke, vape dengan berbagai rasa didesain untuk menarik minat anak-anak dan mengabaikan bahaya yang mungkin timbul dari penggunaannya.
Dewan Kesehatan Tinggi Belgia juga telah mengubah sikapnya terkait regulasi vaping dengan mendukung pembatasan lebih ketat. Meskipun sebelumnya bersikap hati-hati terhadap larangan rasa vape, kini mereka lebih memprioritaskan perlindungan anak muda daripada manfaat vape dalam membantu perokok berhenti merokok. Survei nasional terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan vaping di kalangan siswa sekolah di Belgia, dengan hampir sepertiganya pernah mencoba rokok elektrik.
Pemerintah belum mengumumkan kapan larangan tersebut akan diberlakukan, namun Vandenbroucke berencana untuk segera melaksanakan keputusan ini. Rencana pembatasan tersebut akan menyusul kebijakan sebelumnya yang berfokus pada perokok remaja, termasuk larangan menggunakan vape sekali pakai dan pembatasan merokok di tempat yang sering dikunjungi oleh remaja. Ini merupakan langkah bersama untuk menjaga kesehatan generasi muda dari dampak negatif kecanduan nikotin.












