Ratusan siswa-siswi dari tiga sekolah dasar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, yaitu SD Inpres Oenasi, SD GMIT Soe II, dan SD Adven, dilarikan ke rumah sakit dengan keluhan mual dan muntah-muntah. Meskipun penyebabnya belum pasti, kejadian ini diduga terkait dengan keracunan yang disebabkan oleh Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka konsumsi pada Jumat, 3 Oktober 2025. Visual yang beredar di media sosial menunjukkan puluhan anak-anak harus dirawat di rumah sakit, beberapa bahkan harus dipasangi infus. Suasana hiruk pikuk terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soe, dengan banyak pasien yang memerlukan perawatan darurat.
Seorang ibu dari salah satu siswa tersebut, Ana, mengungkapkan bahwa anaknya dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan yang muncul setelah dua jam mengonsumsi MBG di sekolah. Petugas medis di RSUD Soe menjelaskan bahwa siswa-siswi tersebut mengalami keluhan pusing, mual, dan muntah-muntah, dengan lebih dari 30 siswa yang datang ke rumah sakit dengan gejala yang sama. Kasus keracunan serupa juga terjadi di beberapa tempat lain di NTT seperti Kupang, Sumba, dan TTS.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai bahwa Program MBG tidak perlu dihentikan dan akan lebih baik dalam tiga bulan ke depan setelah pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kelemahan dalam implementasi program tersebut. Kondisi siswa-siswi yang mengalami keracunan MBG menjadi perhatian serius bagi pemerintah, dengan upaya perbaikan yang akan dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian ini di masa depan.












