Pada Selasa (23/9) siang waktu setempat, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya yang berjudul “Seruan Indonesia untuk Harapan” pada sesi Debat Umum di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS). Dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo membicarakan isu kemanusiaan dan pengalaman Indonesia saat dijajah kolonialisme. Kehadiran Presiden Prabowo di Markas PBB menjadi pertama kalinya kepala negara Indonesia hadir setelah 10 tahun absen.
Presiden Prabowo menyampaikan ajakan untuk tidak tinggal diam terhadap genosida Israel di Gaza serta penolakan terhadap doktrin “yang kuat dapat berbuat semaunya”. Indonesia juga siap mengerahkan 20 ribu pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. Selain itu, Indonesia siap mengekspor beras ke Palestina sebagai upaya menyukseskan ketahanan pangan.
Presiden Prabowo mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Gaza dan menekankan solusi Dua Negara sebagai penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel. Beliau menilai perdamaian sejati hanya bisa terwujud dengan pengakuan hak Palestina dan keamanan Israel. Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung perdamaian dunia tersebut.












