Di tengah pertemuan tingkat tinggi PBB di New York, Jepang menunjukkan sikap penahanan diri dalam mengakui kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara. Meskipun demikian, Jepang tetap memperkuat pandangan bahwa solusi dua negara merupakan kunci untuk mencapai perdamaian abadi antara Israel dan Palestina. Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, menegaskan bahwa isu pengakuan negara Palestina bukanlah tentang apakah akan terjadi, melainkan kapan hal tersebut akan dilakukan. Sikap Jepang ini berbeda dengan sejumlah negara Barat yang telah mengakui Palestina, namun sejalan dengan Amerika Serikat, sekutu terdekat Tokyo. Lebih lanjut, Jepang mengecam tindakan sepihak Israel, termasuk operasi militer di Gaza dan perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat. Jepang juga menekankan perlunya pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas sejak 2023. Sementara itu, Prancis dan Arab Saudi menjadi tuan rumah konferensi untuk menciptakan momentum bagi terwujudnya negara Palestina secara bersamaan dengan Israel. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah secara resmi mengakui negara Palestina, sementara AS dan Israel memilih untuk memboikot pertemuan tersebut. Washington dan Tel Aviv berpendapat bahwa pengakuan Palestina dapat memperkuat Hamas dan memperpanjang konflik yang berkepanjangan.
Jepang Tidak Akui Palestina, Ingatkan Israel Tetapkan Operasi Gaza
Read Also
Recommendation for You

Empat Tersangka Kasus Tantangan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Festival The Sounds Project Jakarta, VIVA –…

Ekshumasi Sutrimo di Banyumas: Makam Terbongkar, Tim Forensik Ungkap Temuan Ekshumasi Sutrimo di Banyumas: Makam…

Trump Meninggalkan Turki dengan Diam-diam Pada bulan lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan…









