Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan pada dunia untuk menolak doktrin legendaris dari Thucydides yang menyatakan “the strong do what they can, the weak suffer what they must” dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat. Prabowo menegaskan bahwa PBB didirikan untuk menolak logika kekuasaan yang menindas pihak lemah dan memastikan keadilan bagi semua bangsa. Ia menegaskan bahwa PBB ada untuk menolak doktrin tersebut dan kita harus berdiri untuk semua, baik yang kuat maupun yang lemah. Prabowo juga mengingatkan bahwa meskipun berbeda ras, agama, dan kebangsaan, seluruh umat manusia berkumpul di ruang sidang tersebut sebagai satu keluarga besar. Dia juga menyoroti perjalanan panjang bangsa Indonesia keluar dari kolonialisme, kemiskinan, dan apartheid, serta peran penting PBB dalam membantu Indonesia meraih kemerdekaan dan pembangunan awal. Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap multilateralisme dan perdamaian dunia serta siap meningkatkan peran negara dalam menjaga perdamaian di berbagai negara yang membutuhkan bantuan.
Dukung Gerakan Tolak Doktrin Kekuatan dalam Dunia
Read Also
Recommendation for You

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengumumkan kenaikan status pos pantau Angke Hulu…

Sejumlah tokoh lintas sektor dan lintas generasi menggelar pertemuan strategis dengan Wakil Presiden RI ke-10…

Menhub, Dudy Purwagandhi, memastikan pasokan avtur dan BBM untuk transportasi selama periode angkutan Lebaran tetap…

Presiden Prabowo Subianto mengatakan keputusannya untuk Indonesia bergabung dalam negara anggota Dewan Perdamaian (Board of…








