Penyelidikan Polisi Bawa Sopir Pembunuhan Anak ke Psikiater

JAKARTA SELATAN — Polisi membawa sopir yang diduga membunuh anak majikannya yang berusia 11 tahun di Jalan Haji Muhi VIII, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan psikiater. Langkah itu diambil penyidik untuk mendalami kondisi kejiwaan pelaku sekaligus mengurai motif di balik peristiwa yang mengejutkan warga tersebut.

Pelaku dan korban saling mengenal

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan pelaku dan korban bukan orang asing. Keduanya diketahui saling mengenal, bahkan pelaku disebut telah berada cukup dekat dengan keluarga korban. Namun, polisi belum memerinci lebih jauh hubungan keduanya dan masih menelusuri latar belakang kejadian yang terjadi pada Sabtu, 30 Agustus itu.

Menurut Nicolas, pelaku sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati setelah peristiwa tersebut. Kini, yang bersangkutan sudah dipindahkan dan ditahan di Polsek Kebayoran Lama. Penyidik masih memeriksa sejumlah keterangan untuk memastikan rangkaian peristiwa, termasuk dugaan bahwa pelaku melukai dirinya sendiri saat kejadian berlangsung.

Video warga dan proses evakuasi

Kasus ini sebelumnya ramai di media sosial setelah sebuah video di akun Instagram @infopondokpinang memperlihatkan sejumlah warga berkumpul di depan rumah kejadian. Dalam rekaman itu, tampak aparat kepolisian memasukkan jenazah ke dalam mobil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Informasi yang beredar menyebutkan anak tersebut dibunuh oleh sopir yang diduga telah bekerja untuk keluarga korban selama tiga tahun.

Peristiwa itu disebut terjadi di depan orang tua korban, sehingga memunculkan perhatian besar dari warga sekitar. Polisi kini masih mendalami seluruh keterangan yang masuk, termasuk rekonstruksi awal dari peristiwa yang membuat lingkungan tempat tinggal korban geger.

Penyidikan masih berjalan

Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga masih mengembangkan penyelidikan atas kasus lain yang belakangan menjadi sorotan publik. Dugaan keterlibatan motivator Dwi Hartono sebagai otak penculikan dan pembunuhan cabang bank masih terus ditelusuri. Seluruh proses ini, kata kepolisian, menjadi bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus menjawab keresahan masyarakat atas rangkaian kasus kekerasan yang mencuat dalam waktu berdekatan.