Pada hari Senin, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan bahwa sebanyak 5.369 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemda DKI ditugaskan untuk mengawal jalannya unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Tujuan dari pengawalan ini adalah untuk memastikan agar kegiatan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Susatyo juga menjelaskan bahwa terdapat sejumlah aliansi masyarakat dan mahasiswa yang telah meminta izin untuk menggelar unjuk rasa, baik di depan Gedung DPR/MPR maupun di lokasi lain. Untuk memastikan keamanan selama unjuk rasa berlangsung, 5.369 personel gabungan akan dikerahkan.
Beliau menekankan pentingnya agar massa yang mengikuti unjuk rasa melakukan aksinya secara damai dan tertib, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan seperti membakar ban, merusak fasilitas umum, atau menutup jalan. Masyarakat diimbau untuk tetap dalam koridor hukum dan ketertiban dalam menyampaikan pendapatnya.
Selain itu, Susatyo juga mengungkapkan bahwa akan ada skenario pengalihan lalu lintas yang bersifat situasional, dan masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan DPR serta menggunakan jalur alternatif. Hal ini dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Di samping itu, masyarakat juga diminta agar tidak langsung percaya pada hoaks atau informasi yang berpotensi memicu kegaduhan yang beredar di media sosial.
Dengan adanya penjelasan tersebut, diharapkan agar unjuk rasa yang dilakukan dapat berjalan dengan aman, kondusif, dan tetap mengutamakan keamanan serta ketertiban.












