Tiga Calon Anak Buah Kapal Asal Majalengka Kabur di Muara Baru, Jakarta Utara
Kepolisian menyatakan bahwa ketiga calon Anak Buah Kapal (ABK) asal Majalengka yang kabur dengan cara berenang melewati Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara, tidak disekap oleh pemberi kerja. AKP Sampson Sosa Hutapea, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Penjaringan, menjelaskan bahwa setelah warga menemukan ketiga ABK tersebut, polisi telah memeriksa tempat kejadian dan mendapatkan keterangan dari pihak agensi terkait.
Dari pemeriksaan yang dilakukan, terungkap bahwa tiga calon ABK berinisial RA (20), AS (18), dan RH (20) asal Majalengka datang ke Muara Baru untuk dipekerjakan di kapal. Mereka ingin bekerja sebagai ABK dan semua biaya akomodasi, transportasi, dan kebutuhan mereka ditanggung oleh agensi. Namun, karena belum ada jadwal keberangkatan kapal, ketiganya akhirnya kabur karena merasa menunggu terlalu lama.
Meskipun ketiganya tidak disekap selama berada di tempat tersebut, mereka tetap diberi makan dan diperbolehkan menggunakan ponsel. Namun, mereka tidak diizinkan untuk pergi jauh karena bukan penduduk asli daerah tersebut. Sebelumnya, ketiga pria asal Majalengka mengaku disekap setelah melamar menjadi ABK melalui agensi yang menawarkan lowongan kerja di media sosial.
Kisah ketiga ABK ini menjadi sorotan setelah mereka tergiur dengan informasi lowongan kerja di Facebook. Dalam loker tersebut di medsos, disebutkan bahwa gaji ABK yang ditawarkan sekitar Rp6 juta. RA (20) mengaku ingin mengubah nasibnya setelah lelah menjadi pengamen di Majalengka dan bersama dua rekannya, ia memutuskan untuk mendaftar sebagai ABK di Jakarta.
Mereka di tempatkan di sebuah mes bersama belasan calon ABK lainnya di Penjaringan, Jakarta Utara. Dengan begitu, kasus ini menjadi peringatan bagi calon pekerja untuk lebih berhati-hati dalam mencari lowongan kerja melalui media sosial dan memastikan kebenaran informasi yang diterima.












