Berita  

Indonesia Masuk 4 Besar dan Kalahkan Korsel serta Jepang

Indonesia kembali mencuri perhatian dalam peta kekuatan maritim dunia. Dalam pemeringkatan terbaru World Directory of Modern Military Warships (WDMM), Angkatan Laut Indonesia disebut menempati posisi keempat sebagai angkatan laut terkuat di dunia. Capaian ini terasa menonjol karena Indonesia meraihnya tanpa mengoperasikan kapal induk, aset yang kerap dianggap sebagai simbol utama kekuatan laut sebuah negara.

Posisi Indonesia melampaui sejumlah negara besar

Dalam daftar itu, Indonesia berada di atas beberapa negara yang selama ini dikenal memiliki armada laut kuat, termasuk Jepang, India, dan Korea Selatan. Penilaian WDMM tidak semata-mata bertumpu pada keberadaan kapal induk, melainkan pada TrueValue Rating (TvR), sebuah metode yang dirancang untuk mengukur kekuatan tempur secara lebih menyeluruh.

TvR menimbang jumlah dan jenis aset tempur, komposisi armada, hingga kesiapan personel. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia dinilai mampu tampil kompetitif di tengah persaingan armada laut global yang selama ini didominasi negara-negara dengan teknologi dan belanja militer besar.

Armada yang disesuaikan dengan karakter geografis

Kekuatan TNI AL dalam pemeringkatan itu juga ditopang oleh struktur armada yang dianggap relevan dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan. Fregat, korvet, dan kapal pendarat amfibi menjadi tulang punggung yang memberi fleksibilitas dalam operasi maritim. Bagi Indonesia, jenis kapal seperti ini memiliki peran penting karena wilayah lautnya luas dan tersebar di banyak pulau.

Di sisi lain, pencapaian tersebut tidak lepas dari modernisasi pertahanan yang terus berjalan, baik melalui pengadaan alat utama sistem senjata maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan angkatan laut. Dalam konteks ini, posisi empat besar menjadi penanda bahwa kekuatan maritim tidak selalu diukur dari kapal terbesar, melainkan dari kemampuan membangun armada yang efektif sesuai kebutuhan strategis.

Tanpa kapal induk, tetapi tetap diperhitungkan

Fakta bahwa Indonesia tidak memiliki kapal induk justru mempertegas karakter kekuatan lautnya: bukan bertumpu pada simbol, melainkan pada struktur armada yang terukur. WDMM melalui TvR memberi ruang bagi negara seperti Indonesia untuk dinilai dari efektivitas keseluruhan kekuatan laut, bukan dari satu jenis kapal tertentu. Hasilnya, Indonesia berhasil masuk jajaran elite dan mengalahkan negara-negara yang secara tradisional lebih sering disebut dalam daftar kekuatan maritim dunia.

Source link