Prabowo: Pancasila Bukan Sekadar Slogan, Harus Tampak dalam Tindakan Pejabat Negara
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai rangkaian kata yang diucapkan dalam upacara atau dijadikan slogan seremonial. Menurut dia, nilai-nilai dasar negara itu harus benar-benar hadir dalam keputusan, kebijakan, dan perilaku para pejabat negara.
Pesan itu disampaikan Prabowo dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta. Di hadapan para peserta, ia menekankan bahwa pengamalan Pancasila mesti terlihat nyata, terutama dalam tata kelola pemerintahan agar penyimpangan anggaran tidak terus berulang.
Pancasila Harus Terlihat dalam Kebijakan
Prabowo menilai, ukuran kesetiaan terhadap Pancasila bukan terletak pada retorika, melainkan pada keberanian menjaga amanah publik. Karena itu, ia meminta setiap pejabat negara memastikan kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan rakyat dan tidak membuka ruang bagi penyelewengan.
Ia juga menyampaikan sikap tegas terhadap pejabat yang melanggar hukum dan tidak menjunjung tinggi kesetiaan kepada negara. Dalam pandangannya, penyimpangan semacam itu hanya akan melemahkan kepercayaan publik dan menghambat upaya membangun pemerintahan yang bersih.
Korupsi, Manipulasi, dan Penipuan Harus Diberantas
Prabowo meyakini Indonesia akan tumbuh lebih baik bila mampu memerangi korupsi, manipulasi, dan penipuan. Tiga hal itu, menurut dia, menjadi penghambat utama bagi pemerintahan yang adil dan berwibawa.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif melaporkan berbagai pelanggaran yang terjadi di sekitar mereka. Dengan keterlibatan publik, Prabowo berharap pengawasan terhadap pejabat dan jalannya pemerintahan bisa semakin kuat.
Teknologi sebagai Alat Pengawasan
Selain partisipasi masyarakat, Prabowo menyebut penggunaan teknologi penting untuk memantau aktivitas pejabat negara. Ia menilai, pemanfaatan teknologi dapat membantu menciptakan pemerintahan yang lebih transparan, adil, dan bersih.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung cita-cita menghapus kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan itu, ia menekankan perlunya kerja bersama dari berbagai elemen agar Indonesia bisa bergerak menuju kondisi yang lebih maju dan sejahtera.
Source link


