Profil Japto Soerjosoemarno: Tokoh Pemuda Pancasila yang Dipanggil KPK

JAKARTA — Nama Japto Soerjosoemarno kembali menjadi sorotan setelah rumahnya digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan gratifikasi yang menyeret mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah barang, mulai dari kendaraan bermotor, uang, mata uang asing, dokumen, hingga perangkat elektronik.

Tak berhenti di situ, Japto juga dipanggil KPK sebagai saksi dalam perkara yang sama. Ia memenuhi panggilan pemeriksaan dengan didampingi penasihat hukum. Langkah KPK ini membuat publik kembali menyorot sosok yang selama ini dikenal luas sebagai tokoh Pemuda Pancasila sekaligus figur yang kerap muncul dalam berbagai organisasi sosial dan politik.

Jejak panjang di Pemuda Pancasila

Japto Soerjosoemarno, yang juga dikenal dengan nama Kanjeng Pangeran Haryo Japto Soelistio Soerjosoemarno, lahir pada 16 Desember 1949. Namanya lekat dengan Pemuda Pancasila, organisasi yang pernah ia jalani sejak 1981 sebelum kembali dipercaya memimpin sebagai Ketua Umum pada 2019.

Dalam perjalanan organisasinya, Japto dikenal sebagai figur yang punya pengaruh besar di internal Pemuda Pancasila. Posisi itu membuat namanya kerap dikaitkan dengan jaringan organisasi massa yang memiliki basis kuat di sejumlah daerah.

Aktif di politik, olahraga, dan organisasi lain

Di luar Pemuda Pancasila, Japto juga aktif di Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri ABRI (FKPPI). Di bidang politik, ia mendirikan Partai Patriot Pancasila dan pernah menjabat Ketua Umum DPP Partai Patriot. Kiprahnya menunjukkan bahwa ia tak hanya bergerak di ruang organisasi kemasyarakatan, tetapi juga masuk ke gelanggang politik praktis.

Japto juga pernah memimpin Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PGI). Pada Pemilihan Presiden 2024, namanya turut disebut dalam Tim Nasional AMIN, menandakan keterlibatannya tetap berlanjut dalam dinamika politik nasional.

Hobi berburu, kepedulian satwa, dan citra yang kompleks

Di sisi lain, Japto juga dikenal sebagai anggota World Wildlife Fund (WWF), sebuah organisasi yang bergerak di bidang konservasi satwa liar. Namun, sosoknya tak lepas dari hobi berburu dan bermain golf, dua aktivitas yang kerap melekat pada kalangan elite dan kerap memunculkan persepsi beragam di publik.

Kombinasi antara peran organisasi, politik, olahraga, dan kepedulian lingkungan membuat Japto menjadi figur yang kompleks. Kini, di tengah pemeriksaan KPK, perhatian publik tak hanya tertuju pada perkara yang sedang diusut, tetapi juga pada perjalanan panjang seorang tokoh yang selama puluhan tahun berada di lingkaran pengaruh organisasi dan politik Indonesia.

Source link