Pada periode H-3 Isra Mikraj sampai H+4 tahun baru Imlek, perkiraan jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek mencapai 1.559.680 kendaraan, naik 10,9 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal. Data ini merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (ke arah Merak), GT Ciawi (ke arah Puncak), GT Cikampek Utama (ke arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (ke arah Bandung). Lisye Octaviana, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, memastikan kesiapan layanan operasi jalan tol Jasa Marga Group berjalan optimal, terutama di ruas jalan tol yang menjadi destinasi wisata favorit pengguna jalan selama libur panjang. Jasa Marga juga telah menambah jumlah petugas dan mobile reader di gerbang tol utama serta melakukan antisipasi kepadatan lalu lintas dengan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan di jalan tol favorit. Selain itu, koordinasi dengan pihak Kepolisian dilakukan untuk memastikan fasilitas umum di rest area beroperasi baik dan optimal tanpa pungutan liar. Distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek terbagi menjadi tiga arah, dengan mayoritas kendaraan menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 46,91 persen, kemudian menuju arah Barat (Merak) sebanyak 30,14 persen, dan arah Selatan (Puncak) sebanyak 22,95 persen. Rincian distribusi lalin dari masing-masing arah juga dijelaskan, dimana angka tersebut menjadi perhatian penting dalam pengaturan lalu lintas selama periode tersebut.
Libur Imlek dan Isra Mikraj: Prediksi 1,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Read Also
Recommendation for You

Operasi pencarian korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan,…

Presiden RI Prabowo Subianto membawa investasi senilai 4 miliar poundsterling dari Inggris ke Indonesia melalui…

Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan bahwa buronan red notice asal Rumania, Zuleam Costinel…

Presiden RI Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka dari Inggris untuk bekerjasama dalam mendirikan 10…

Nicke Widyawati, mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menegaskan tidak pernah mendengar atau menerima laporan…







