Desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Pada Kamis, 3 September 2026, posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi sorotan masyarakat karena berkaitan dengan pemetaan tingkat kesejahteraan keluarga. DTSEN merupakan acuan bagi pemerintah dalam menentukan sasaran program-program seperti bantuan sosial (bansos).
Posisi Desil sebagai Penunjuk Tingkat Kesejahteraan Keluarga
Dalam DTSEN, desil digunakan untuk mengelompokkan keluarga ke dalam 10 kelompok, dari desil 1 yang merupakan kelompok kesejahteraan paling rendah hingga desil 10 yang merupakan kelompok kesejahteraan paling tinggi. Namun, desil bukanlah angka yang bisa dipilih oleh masyarakat, melainkan mencerminkan posisi relatif kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan dengan keluarga lainnya.
Proses Pemutakhiran Data Desil
Jika informasi dalam DTSEN tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, masyarakat bisa melakukan pemutakhiran data melalui kanal yang disediakan pemerintah. Hal ini penting karena kondisi sosial ekonomi keluarga dapat berubah seiring waktu. Pekerjaan, tempat tinggal, kepemilikan aset, komposisi keluarga, pendidikan, kesehatan, dan faktor lainnya dapat menjadi pertimbangan dalam pemeringkatan desil.
Bagaimana cara mengajukan perubahan desil DTSEN jika data yang tercatat tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya? Masyarakat dapat menggunakan beberapa jalur resmi seperti:
- Ajukan Pemutakhiran melalui Cek Bansos dengan memastikan data yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
- Alamatkan langsung permohonan pembaruan data melalui pemerintah desa atau kelurahan atau melalui Dinas Sosial sesuai mekanisme yang berlaku.
Saat mengurus pembaruan data, pastikan untuk menyertakan dokumen identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga. Sampaikan kepada petugas bahwa terdapat informasi dalam DTSEN yang tidak lagi sesuai dengan kondisi keluarga dan ingin dilakukan pemutakhiran.












