Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL Italia

Kapal Induk KRI Gajah Mada dari Italia Akan Memperkuat Armada TNI AL

Pada 24 Agustus 2026, kapal induk Giuseppe Garibaldi berlayar dari Italia menuju Indonesia untuk menjadi kapal induk pertama milik TNI Angkatan Laut. Diperkirakan kapal akan tiba di Indonesia sekitar pertengahan September setelah perjalanan lebih dari 20 hari melewati Terusan Suez dan Laut Merah dengan pengawalan fregat Italia.

Giuseppe Garibaldi Menjadi KRI Gajah Mada

Setibanya di Indonesia, kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan menggunakan bendera Merah Putih. Prosesi pergantian bendera dan pengukuhan kapal direncanakan berlangsung pada 25 September 2026.

Spesifikasi Kapal Induk KRI Gajah Mada

Berbobot sekitar 13.850 ton, Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter, lebar 23,4 meter pada bagian garis air, dan lebar 30,4 meter pada dek penerbangan. Dibangun di galangan Cantieri Navali di Monfalcone, Italia, kapal ini menggunakan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 dengan kecepatan maksimum mencapai 30 knot. Giuseppe Garibaldi mampu membawa hingga 18-20 pesawat dalam konfigurasi tertentu, serta dilengkapi dengan persenjataan dan sistem pertahanan untuk menjaga diri dari berbagai ancaman.

Kapal ini dapat menampung hingga 825 personel dan memiliki kemampuan menjalankan fungsi komando dan pengendalian operasi angkatan laut maupun udara. Setelah penamaan secara resmi, KRI Gajah Mada akan menjadi salah satu kapal terbesar dalam armada TNI AL.

KRI Gajah Mada di Indonesia

TNI AL telah menyiapkan pangkalan kapal induk di Lampung untuk menyambut kedatangan KRI Gajah Mada. Kapal ini direncanakan akan tampil dalam parade sailing pass pada peringatan HUT ke-81 TNI dan digunakan sebagai kapal bagi tamu sangat penting dalam kegiatan tertentu.

Dengan kedatangan KRI Gajah Mada, armada TNI AL akan semakin kuat dan siap melaksanakan berbagai misi penting di laut. Kapal induk ini merupakan simbol kekuatan dan kemandirian dalam pertahanan laut Indonesia.

Source link